Minggu, 27 Mei 2012

2 November

Air mata menepi perlahan
Teduh di pojok ingatan
2 november malam
Jalanan tampak lengang
Sedikit orang berlalu lalang
Ibu sibuk mengaji
Menyembvnyikan kehilangan

Kamis, 17 Mei 2012

Vrolok

Cinta meregang di ujung tebing
Mawar pucat jatuh diterpa gelombang
Dalam jeritan, kehilangan begitu dalam
Malam bisu, bintang menangis darah


Sang jiwa beribu kenangan
Rupawan menutupi hati perih
Tiada lagi indahnya pagi
Pasrah hidup pada rembulan


Sang perawan memekik tegang
Serigala malam menarik diri
Kerumunan gagak terbang rendah
Berhati-hati melewati ceceran bangkai


Sepanjang pencarian
Di tiap tetesan darah
Regukannya adalah kutukan
Dan tiap esok adalah keabadian

Sabtu, 05 Mei 2012

Kesatria Dan Surat Untuk Tuhan

Sebongkah bintang dari Bethlehem
Dan kamu, sang rembulan
Sebagai saksi


Kesatria bagi jiwa
Berlumuran darah
Meletakkan pedangnya
Dengan darah ia menulis
Surat kepada Tuhan


Hapus air mataMU
Sudahi petualangan ini
Candu belum berakhir
Bawalah memar ini
Menyatu bersama dukaMU

Kamis, 03 Mei 2012

Untuk Bapak

Lirih menyadari
Betapa duri rindu
Menusuk dalam ke dasar ingatan
Berada di ribuan kenangan
Letih di tiap luka


Merindu


Sendiri
Dunia yang rapuh
Ribuan cermin palsu
Tercekik tangan sendiri
Sejarah biru masa lalu


Aku rindu, kuatkan aku

Minggu, 29 April 2012

Menuju Ibukota

Pecahan jingga mengusik mataku untuk tetap menengadah menatap langit. Kumpulan burung berbaris membentuk garis lengkung tidak rapih seperti senyuman pejabat negeri yang terkesan dipaksakan di keremunan lensa awak media. Mereka terbang menuju utara. Melewati asap hitam solid yang terus menerus keluar dari cerobong asap pabrik. Aku yakin mereka sadar bahwa kelak mereka akan terbunuh oleh asap hitam biadab tersebut yang tinggal menunggu waktu saja untuk menghitamkan semesta. Ah, mereka sudah tidak terlihat lagi olehku. Sekarang mataku dipaksa melihat bangunan bangunan kaku yang tidak bersahabat, yah, pabrik, namanya. Rasanya aku tidak menemukan senyum di sepanjang jalan. Pepohonan tidak sedikitpun terhibur oleh "tarian" kendaraan yang lalulalang. Muka mereka ditekuk cemberut, kusut. Lampu penerangan yang tersusun paralel sedikit menghibur mataku. Papan reklame sepanjang mata memandang terus menerus menawarkan sorga ala media, kecantikan semu, dan kenikmatan sesaat. Mataku lelah. Aku coba memejamkan mata. Telingaku mendengar percakapan ibu ibu paruh baya, melalui komunikasi via telpon ia asyik berbicara tentang gaya berpakaian, selera yang payah. Dari beliau aku paham bahwa uang dapat membeli apapun kecuali selera. Mataku benar benar lelah, kepalaku pening. Bersama gelap aku menuju ibukota.

Selasa, 10 April 2012

Biasa Saja dan Pseudoephedrine 30 mg

"Anda jangan mau menjadi orang biasa saja seperti orang kebanyakan! Anda harus menjadi orang luar biasa!"


...


Apa masalahnya menjadi orang biasa saja??? Saya pernah menulis tentang manfaat menjadi orang luar biasa tapi kembali lagi saya bertanya pada diri sendiri, "Yv mav hah??? Hidvp kayak gitv? Keren tavvvk!!!" Apakah saya harus mengikuti dan menjalani pola hidup manusia luar biasa yang dibentuk oleh media???

Saya anak rumahan, entahlah kok ya saya tidak memiliki rasa iri ketika teman saya pergi jauh entah kemana melihat indahnya ciptaan Sang Vertikal atau nonton konser musisi idola. Saya tidak iri atau saya sudah jenuh dengan kehidupan saya pribadi? Bisa saja. Bisa saja saya mengakhiri hidup saya. Banyak cara, hahaha. Tapi masak iya eksistensialis bunuh diri, malu ah ama Sartre.

Saya benar benar tidak lagi memiliki ketertarikan dengan hingar bingar dunia luar. Asal saat ditelpon ibu, saya dalam keadaan sehat dan beliau juga sama kondisinya dengan saya. Itu lebih dari sekedar cukup bagi saya. Ya Allah berikan selalu saya, ibu, saudara, dan teman kesehatan yang baik! :)

Diam membaca, diam mendengarkan lagu kesukaan, diam bermain dengan 2 ekor kucing yang baru beberapa bulan saya pelihara adalah penemuan yang paling membahagiakan yang tidak akan pernah Thomas atau penemu yang lain temukan :). Dan saya bahagia. Sederhana bukan? Lantas apakah saya masih ingin menjadi orang luar biasa? Mungkin, tapi ala saya bukan media :)

Minggu, 26 Februari 2012

Pangandaran Kemarin, Kemarin Pangandaran

Kelar Fesyen show kemarin kita warga Green House haaaaaaaaaaaaahhhh kittaaaaaaaaaaaaaaaaa lesgo ke Pangandaran. Rencana awal sih mauan naik bus gitu tapitapitapi si monyet aglar menawarkan lesgo pake mobil taruna taelitenya. Entah ini rejeki atau bukan, yang jelas sampai sekarang punggung saya masih sering nyeri sampai sekarang. Karena saya lagi males buat nulis kumihi klo ceritanya pake foto ajah yes?!!! Yuuuuuuuuu mareeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!

Tapi kita liat vidio klip yang okeh ini dulu yes biar feels good dan gag kena gigi.



Jadii giniii......
Kita berangkat dari Bandung siangan gitu haaaaaaaah kiittaaaaaaaaaaa. Karena si monyet citra pengen keliatan elite dikit gituuu yaudah dese sekalian bawa cucian kotornya ke binatu. Ya kaliiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!

Bandung - Binatu - Pantai
Mampir dulu kita ke Jatinagor. Ada keperluan akademik ama keperluan perut. Di sana si monyet aglar ditekpon bapaknya. Beliau minta tolong sang anak buat nganter dese beli batagor. tapipaaaak!!!

Mampir duluuu Jatinangor
Urusan kampus kelar dan perut kenyang, perjalanan kemu dilanjutkeun......
Pengajian plus buang hajat di daerah tasik entah dimana tepatnya
Karena kita orang beriman haaaaaaaaaaah kitttttttttttttttttaaaaaaaa berhentilaaaaa sejenak tuk sholat duyuuu selain ntuk mengingat gusti Olloh fungsi sholat disini adala dikarenakeun style sopir taruna taelite ini ngaco dan matanya siwer sehingga tapipak
Akhirnyo sampai juooo
Setelah menempuh perjalanan hampir kurang 24 jam akhirnya sampai jua kita di Batukaras kitttttttttaaaaaaaaa haaahhhhhhhhhh kittttttttttttttttttaaaaaaaaa dan mendapatkeun tempat menginap yang elite dan mahal harganyooo, Keraton Room Suite Class!!!
Breakfast ala putra kerajaan
Setelah cukup tidur, paginyo kita makan elite duyuuu sebelum bersukaria taelite yuuuuuuuuuuuuu

Pit Hitam yang tak dianggap
Sambil tuputu kittttttttttttaaaa haaaaaaaaaaahhh kittttttttttttttttttttaaaaaaaaaaaaa cari muka kepada mbak mbak mahasiswaaaaaaaa yang lagi berplesir elite sama dengan kitttttttttaaaaa haaaaaaaaaaaaaaaahh kittaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kittttttttttttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Morn Batukaras
Batukaras ternyata di pagi taelite gituh suasananya selain banyak pengunjung makanan dan lain lainnya terlalu murah buat keluarga kerajaan seperti kita ini haaaaaaaaaaaahhh kiittttttttttttttttttaaaaa sehingga kita lanjalan ajah ke Green Kanyun gituuuuuuuuuu deeeeeeeeeeeeehhh yyuuuuuuuuuuuu mari

.......


Ternyata Green Kanyun nyah tutup cebel huft kittttttttaaaaaaaaaaaaaa haaaaaahhh kitttttttttttttaaaa  dikarenakeun ada tauziah ustadz maulana gitu gosipnya, entah. :(

Gosah sedih terlalu lamooo perjalanan geje kemu dilanjutkeun ke Pangandaran :)

............


Sampai Pangandaran ternyata bingung juga rek nanaonan kittttttttuuuuuuuh hahhhhhhhhhhhhhh kitttuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

Ke Pangandaran ternyata cuman buat mainan ginian....ya Ollooooohhh Astopiloooo
Sewa tiker ++

Setelah sempet geje gag jelas gituuuu dan puas liat keluarga buleeee mandiiii kitttttaaaa haaaaaaaaaaahhhh kittttttttttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa naik perahu dooooooooooooonngggggg meskipung harganyo taelite dan tertipu bujuk rayu pit item taelite ituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

No pikceuh = HOAX
Yuuuu maboook laoooootttttt yuuuuuuuuuuu

Si Monyet Citra Faradina on eksyen
Si monyet kokom was happy

Akhirnyooo sampai juoooooooooo di sisi lain ini pantai. Markit peputuan dan sedikit main aerrr! Yuuuuuuu

A happy G! fams

Duo raja palubutung
Si Monyet Abeng
Si monyet Aglar
Si monyet Galih
Si Monyet Kiki
Si Monyet Faradina
Truly monyet
Masih monyet
Masiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Masih tapi ini keluarga monyet
Masih keluarga monyet tapi keluarga monyet bahagia

Sudah sore lagian capek juga sudah main main di Pangandaran kita balik ke Batukaras kemu

.........

On highway back to Batukaras

Batukaras in the sore hariiiiiiiiiiii

........

Kayak baywatch maunya tapipak
Jen klo kau panggil aku jen aku bisa marah jen
This called i sebut death horizon versi unyunya bring mih horizon
Udah mulai gelap.

Kacamata ilang.

Aglar capek.

Kita belum haaaaaaaaaaaaahhhhh bkittttttttttttttttttttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Pasangan gay masih baringan di pinggiran pantai.

Balik lagi ke penginapan.

.............

Malem laper.

Besoknya pulang subuh.

Kita makan makanan mahal dan si monyet Aglar tidur.
Kita main kartu dan si monyet Aglar masih tidur juaaaa
Capek.

Main Kartu menang terus.

Aglar masian tidur.

Akhirnya semua ikutan tidur juaaa.

.......................


Subuh.

Dibangunin kamtib.

"Kami salah apa pak???"

Kemu pulang.

.........................


..........................


......................


Sampai sekarang punggung si monyet ini masian sering sakit gara gara taruna itu.

Pablo Honey